Wisata Edukasi Ngukir Wisata Alam di Kota Batu

 

 

 

Natoox.com – Bagi kalian yang tinggal di daerah Jawa Timur, terdapat wisata baru yang berada di Kota Batu, Jawa Timur yakni Ngukir Wisata Alam (NWA). Tempat wisata tersebut tepatnya terletak di Dusun Ngukir, Torongrejo, Junrejo.

Tempat wisata tersebut baru saja dibuka kurang lebih dua minggu lalu. Mulai dari pintu masuk wisata ini, para pengunjung disuguhi dengan jalan yang berbatu. Tetapi, keadaan jalan tersebut tidak berbahaya bila dilewati sepeda motor.

Tempar wisata tersebut memang belum jadi secara maksimal. Tetapi, telah terdapat sejumlah gubuk serta ayunan yang telah disediakan. Nantinya lahan yang memiliki luas sekitar 2 hektar ini akan dibuat wisata dengan konsep edukasi.

Pengelola NWA, Erita Dian Safitri mengungkapkan terdapat lahan stroberry, durian, sawo hutan, cepeda yang telah dipersuapkan bagi wisatawan.

“Biasanya kan memetik buah. Tetapi pengunjung di sini bisa menanam. Ada edukasinya,” kata Erita, Kamis (11/1/2018).

Lahan tersebut memang telah disediakan pada sisi belakang. Sehingga pengunjung dapat mengambil dan menanam dengan aman.

Awalnya lahan tersebut adalah bekas lahan pertanian seperti buah jeruk dan cengkeh. Lantaran tidak pernah berhasil, akhirnya ditanami pohon kayu suren supaya dapat digunakan untuk mendirikan gubug, rumah rusuh, rumah kayu hingga ayunan.

Disekeliling tempat wisata juga terdapat aktivitas penambangan pasir galian C. Nantinya halian C ini akan dipakai untuk wahana tubing.

“Kalau sudah jadi sempurna, tempat ini bisa dijadikan area bermain anak-anak. Apalagi aliran sungai ini sering dilalui rafting,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, terdapat pula aliran irigasi pertanian sehingga tempat wisata tersebut lebih tepat bertema edukasi pertanian. dan masih banyak yang akan disematkan untuk melengkapi wahana di wisata edukasi ini, misalnya camping ground, spot swafoto, dan yang lainnya.

Untuk masuk pada wisata ini dikenakan biaya sebesar Rp 10.000. Dan wisata ini diperuntukan pemberdayaan masyarakat setempat. “Konsepnya desa wisata dengan memberdayakan masyarakat sekitar, dan memanfaatkan lahan kosong. Pengelolahannya dibantu BUM-Des,” ungkap Erita.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *