Wali Kota Banda Aceh Perkenalkan Wisata Islami

 

 

 

Natoox.com – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman memperkenalkan wisata islami pada Lokakarya Pariwisata nasional yang akan dilangsungkan di Gedung Casablanca Nasional, Jakarta, Kamis (8/3). Bukan wisata islami, wisata kuliner juga akan menjadi unggulan daerah Banda Aceh untuk menarik para wisatawan mengunjungi daerah tersebut.

Aminullah mengungkapkan pengembangan sektor wisata yang akan dilaksanakan tersebut menjadi bentuk usaha pengembangan ekonomi kerakyatan. “Tak adanya sumber daya alam yang bisa dijual. Karenanya Banda Aceh akan mengandalkan perdagangan dan jasa. Salah satunya dengan menawarkan wisata Islami,” katanya.

Destinasi wisata yang terdapat di daerah Banda Aceh yakni terdiri dari Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, Kapal Apung yang menjadi saksi bisu dahsyatnya tsunami. Bukan hanya itu, Pemko Banda Aceh juga akan mendirikan pusat zikir dengan taraf internasional yang dapat memuat puluhan ribu jamaah di kawasan Ulee Lheue.

Bukan tempat wisata, Banda Aceh juga mempunyai daya pikat pada segmen kuliner yang menggoda selera, diantaranya yakni kopi terenak di dunia, Mie Aceh dan kuliner dengan cita rasa lainnya yang bisa menggoyang lidah.

Langkah Wali Kota Banda Aceh itu didukungan oleh Direktur Markplus, Hermawan Kartajaya. Dia yakin wisata Banda Aceh akan tumbut berkembang dan menjadi pilihan destinasi. “Dari kesiapan pemerintah dan antusiasme warga, wisata Banda Aceh ke depan akan lebih berkembang,” tuturnya.

Sedangkan pada Jumat (9/3), Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, meluangkan waktu untuk menghadiri pembukaan Indonesia Internasional Furniture Expo 2018, di Jakarta. Pada acara tersebut banyak ditunjukan produk yang bahannya dari rotan.

Mengenai masalah tersebut, Aminullah mengungkapkan pengrajin rotan Aceh membutuhkan pengetahuan yang lebih supaya dapat mengembangkan industri rotan. Menurut Aminullah, Aceh sangat diuntungkan lantaran mempunyai bahan baku rotan yang kualitasnya baik dan tidak harus memasok dari luar daerah.

“Saya lihat kita hanya butuh transfer knowledge untuk mengolah rotan kita menjadi karya seni yang bernilai tinggi. Kita punya kualitas rotan yang sangat bagus,” kata Aminullah.

“Orang lain bisa mengolah rotan kita. Saya pikir kita juga bisa tentunya dengan menambah pengetahuan kita,” imbuhnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *